Assalamu’alaikum
wr. Wb. Kawan-kawan Ilmiah !
Tugas yang kedua untuk
anggota magang KIME, yaitu membuat curriculum vitae. Inilah curriculum vitae
saya, langsung saja ya, cekidot !
Seorang
duda (ayah saya : Suseso) bertemu dengan seorang gadis yang lugu (ibu saya :
Daisem) dalam sebuah tontonan orkes yang jaman dulu adalah hiburan teramai yang
disukai banyak orang. Akhirnya mereka menikah dan mendapat keturunan yang
pertama yaitu kakak perempuan saya bernama Rekha Devi Puspita tepatnya lahir
pada tanggal 29 Februari 1992. 4 tahun kemudian ibu saya dikaruniai keturunan
yang kedua kalinya akan tetapi ibu saya memiliki 3 anak dalam artian keturunan
yang kedua adalah anak kembar yaitu saya yang bernama Dini Agusmiati dan
kembaran saya bernama Dina Agusmita. Kami lahir pada tanggal 31 Agustus 1996.
Kami 3 bersaudara, yaitu saya, Dina dan kakak perempuan saya memiliki kesamaan,
yaitu lahir pada hari yang sama yaitu Sabtu Pon. Anggota dalam keluarga saya
yaitu orang tua, nenek bernama Dasmiah, paman bernama Eko Rame, kakak
perempuan, suami dari kakak perempuan saya bernama Sulaiman dan anaknya yang
lucu dan gendut bernama Restu Khoirunnisa dan yang terakhir kembaran saya.
Kami
adalah keluarga yang tidak kaya dan juga tidak begitu miskin. Walaupun saya
mengikuti program Bidikmisi akan tetapi saya mengakui bahwa saya adalah bukan
orang miskin karena saya masih memiliki harta yang paling berharga yaitu
KELUARGA. Kesimpulannya adalah saya berasal dari keluarga sederhana, hidup
disebuah desa yang lumayan pelosok yang masih banyak sawah dan pepohonan.
Sebuah desa yang sejuk dan rindang yaitu desa Harjosari kec. Doro kab.
Pekalongan rt 08 rw 03.
Pekerjaan
dikeluarga saya yaitu PENJAHIT. Kenapa penjahit? Karena keluarga saya hanya
mengenal pendidikan sampai Sekolah Dasar (SD) saja dan hanya itulah keahlian
yang mereka miliki. Mulai dari ayah saya, kakak ipar (suami dari kakak
perempuan saya) dan paman saya pun adalah seorang penjahit. Bedanya ayah dan
kakak ipar saya menjahit sebagai wiraswasta atau membuat usaha sendiri
sedangkan paman saya ikut dengan orang lain atau konveksi. Sedangkam ibu dan
kakak perempuan saya adalah seorang ibu rumah tangga dan nenek saya sudah tidak
bekerja karena sudah tidak mampu lagi.
Dulu
waktu kecil, saya dan Dina hidup di Jakarta sampai umur 6 tahun bersama orang
tua. Waktu itu kerjaan ayah saya sebagai pedagang sayur. Kemudian setelah usia
6 tahun saya dan Dina pindah ke desa yaitu Doro, Pekalongan untuk sekolah
didesa. Awalnya saya dan Dina masuk Taman Kanak-kanak (TK), akan tetapi setelah
dites menulis dan membaca saya dan Dina diajukan oleh kepala sekolah untuk
langsung naik menjadi kelas 1 SD. Akhirnya kami langsung menjadi kelas 1 SD dan
hanya 1 hari kami merasakan di TK. Kami sekolah di SD N 02 Harjosari. Dari SD
itu bakat saya mulai terlihat yaitu melukis, saya mengikuti lomba lukis tingkat
kecamatan dan hanya mendapat juara 3. Tidak apa-apa itu saya anggap sebagai
pengalaman. Setelah lulus SD saya melanjutkan ke SMP yaitu SMP 3 Doro. SMP yang
sulit dijangkau. Karena letaknya yang digunung dan tidak ada kendaraan umum
untuk sampai ke SMP. Akhirnya setiap harinya saya bersama teman-teman jalan
kaki menuju SMP itu. Di SMP itulah saya mulai mengexplor bakat yang saya
miliki. Ada sebuah guru yang memberi tugas untuk melukis dan dipilihlah 3
lukisan terbaik yaitu lukisan saya, Dina dan Rivaldi yaitu ponakan laki-laki
saya. Setelah itu kami bertiga setiap ada perlombaan melukis selalu diikutkan
dalam perlombaan. Sampai akhirnya kami bias menjuarai tingkat kabupaten dan
provinsi.
Setelah
lulus SMP saya mendaftar di SMA favorit di Pekalongan yang dulu adalah SMA RSBI
yaitu SMA 1 Kajen. Di SMA saya mengambil jurusan IPS. Karena saya sangat tidak
suka dengan fisika, itu alasan saya mengambil jurusan IPS. Di SMA banyak
kenangan-kenangan indah sewaktu kelas 1 SMA, saya merasa memiliki banyak teman.
Akan tetapi berbeda saat sudah mulai penjurusan dikelas 2 dan 3. Saya seperti
orang asing yang tidak bisa bersatu dengan teman-teman sekelas saya. Sampai
kelas 3 sayapun belum bisa akrab dengan semua teman dikelas. Padahal murid1
kelas hanya sedikit sekitar 28 anak. Sampai akhirnya lulus kamipun tidak ada
yang saling sharing mengenai universitas yang saat ini ditempati untuk mencari
ilmu.
Selang
beberapa bulan sebelum Ujian Nasional SMA saya mengikuti program SNMPTN.
Awalnya saya bingung akankah saya bisa lanjut kuliahn seperti impian saya atau
tidak. Akhirnya guru BK saya member arahan dan member solusi agar saya
mengikuti SNMPTN program Bidikmisi agar saya tidak kebingungan untuk melanjutkan
niat saya ke Perguruan Tinggi. Dan saya mengikuti SNMPTN Bidikmisi di UNNES.
Kenapa di UNNES? Awalnya saya ingin di UNDIP, UGM, UI dll. Tapi saya
piker-pikir lagi, untuk apa di UNDIP, UGM, UI, dll itu? bukankah intinya
mencari ilmu? Mungkin memang inuversitas yang saya sebutkan tadi universitas
terkenal yang semua orang ingin masuk kedalamnya. Selain banyak saingan juga
cari yang pasti-pasti ajalah. Selain biaya hidup murah juga cari yang agak
deket dari kampong halaman. Akhirnya saya memutuskan di Universitas Negeri
Semarang (UNNES) dan mengambil pilihan pertama yaitu Pendidikan Akuntansi dan
pilihan kedua adalah PGSD. Alhamdulillah doa dan harapan saya selama ini tidak
sia-sia, saya di terima di UNNES melalu SNMPTN. Tidak cukup disitu saja,
setelah pengumuman juga ada langkah-langkah lagi untuk bisa memasuki UNNES.
Karena saya mengikuti program Bidikmisi jadi saya harus menunggu untuk di
survei kerumah. Waktu kakak-kakak UNNES dating dirumah saya untuk menyurvei
saya sangat dag dig dug der karena saya takut saya tidak diterima. Alasannya
kakak-kakak itu bilang kemungkinan yang diterima hanya 1 anak, sedangkan saya
anak kembar dan ikut Bidikmisi semua. Tapi Alhamdulillah waktu pengumuman saya
dan kembaran saya di terima sebagai mahasiswa Bidikmisi UNNES yang melalui
jalur SNMPTN.
Setelah
di UNNES banyak sekali kegiatan untuk mahasiswa baru, seperti PPA, OKPT,
Upacara 17 Agustus, Upacara Penerimaan Mahasiswa Baru, Makrab, Unnes Fair dan
mungkin masih banyak lagi yang belum saya tahu. Di UNNES ini banyak sekali
Lembaga Kemahasiswaan (LK) dan UKM (Unit Kreativitas Mahasiswa) dan itu membuat
saya galau dan bingung untuk mengikuti LK dan UKM yang mana. Akhirnya saya
memutuskan untuk mengikuti Komunitas Ilmiah Mahasiswa Ekonomi (KIME). Percaya
atau tidak LK atau UKM yang saya daftari dan yang saya ikuti hanyalah KIME.
Kenapa alasannya? Karena saya bingung harus ikut UKM apa. Saya ingin mengikuti
UKM melukis akan tetapi pendaftaran sudah ditutup. Ya sudah hanya KIME lah
kegiatan di kampus selain kuliah yang saya ikuti.
E-mail : Diniagusmiati1@gmail.com
Facebook : Dini Agusmiati
Twitter : @Dini_yee
Blog : Diniagusmiati1.blogspot.com
Yups
itulah serangkaian curriculum vitae saya, semoga saya bisa mengikuti kegiatan
dan kuliah di UNNES ini dengan lancar. Aamiin
KIME ! Salam Ilmiah !
SALAM ILMIAH ! Kime !
Wassalamu’alaikum
wr. wb.

1 komentar:
Terimakasih kak Catur :)
Oke :)
Posting Komentar